Harga untuk sebuah syurga adalah kesabaran, pengorbanan dan keikhlasan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Bangun pagi…
Jangan merungut.
Jangan komplen.
Jangan masam.
Jangan marah.
Jangan sedih.
.
Walau apa pun keadaan kita waktu bangun pagi.
.
Sakit.
Penat.
Lelah.
Tak larat.
Buntu.
Stress.
Serabut.
.
Sebut.
“ALHAMDULILLAH SYUKUR dan TERIMA KASIH ALLAH yang maha pengasih dan maha penyayang…” aku telah redha dengan semua ni sehingga saat ni. Dan senyum…
.
Masih diberi nafas dan batang tubuh yang mampu bergerak walau perlahan adalah satu nikmat yang perlu disyukuri oleh kita semua.
.
Angkat tangan di waktu subuh di tikar sejadah. Doalah kepada Allah dengan memujinya. Dan… cuba ucapkan. Terima kasih Allah atas segala anugerah kehidupan yang telah diberi dan dilalui.
.
Sesungguhnya saat kita merasa susah. Ada lagi yang lebih susah.
.
Saat kita mampu makan roti, ada yang makan rumput.
Saat kita mampu tidur di katil, ada yang tidur di bawah jambatan.
Saat kita masih lagi aman, ada yang sedang huru hara.
Saat kita punya hutang, ada yang sudah dikejar ahlong.
Saat kita kesempitan, ada yang sudah hilang arah.
Saat kita masih punya kenderaan, ada yang berkaki ayam.
.
Bersyukurlah… kita masih mampu bangkit dan bangun. Memberikan manfaat pada diri, keluarga dan agama. Allah uji kita. Allah pilih kita. Sebab dia sayang kita. Dia nak kita jadi kuat. Dia nak kita dapat pahala. Dia nak kita masuk syurga.
.
Harga untuk sebuah syurga adalah kesabaran, pengorbanan dan keikhlasan.
.
Katakan pada hati. Aku redha ya Allah. Redhalah padaku.
.
Nora Yusof.

Kongsikan manfaat artikel ini di :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Perlukan Bantuan ?